Bimbingan Pengajaran di SD

TUGAS MATA KULIAH : BIMBINGAN PENGAJARAN

1. Pengertian Anak Cerdas dan Berbakat :

Menurut Renzuli, anak cerdas istimewa adalah anak yang memiliki tiga komponen diatas rata-rata teman sebaya, yaitu Intellegence Quotient lebih dan sama dengan 130,Task Comitment dan Creativity Quotient diatas rata – rata (3). Dengan alat ukur ini maka siswa berhak mendapatkan pelayanan pendidikan khusus yang bersifat individual untuk lebih memaksimalkan kemampuan mereka. Masalahnya muncul karena masih banyak guru yang belum mengenal karakteristik anak cerdas istimewa dan bentuk pelayanan yang tepat untuk memaksimalkan potensi terpendam mereka. (amanat Undang-undang No.2 Th 1989 tentang Sisdiknas pasal 24 ayat 6 dan Undang- undang Sisdiknas No.20 Th 2003 pasal 5 ayat 4). http://re-searchengines.com/imam0608.html
Menurut Dr. Adi D Adinugroho, definisi gifted talented (GT) bisa berupa anak cerdas berbakat atau anak luar biasa yang disebabkan unsur genetik, dan adanya ketidakseimbangan pertumbuhan meskipun memiliki IQ tinggi. http://www.medicastore.com/med/berita.php?id=45&UID=20070321083831202.73.125.11
Menurut Dr Reni Akbar-Hawadi SPsi, anak disebut berbakat apabila sejak kecil sudah memiliki komitmen yang besar dengan bidang yang disukainya. Tak hanya itu, anak yang berbakat pun akan terus-menerus mengembangkan kemampuan yang dimilikinya itu. ”Kememapuannya melampaui di atas rata-rata,” ujar penggagas Pusat Keberbakatan Fakultas Psikologi UI itu. http://www.peduli-matematika.org/news.php?item.9

2. Cara mengidentifikasi anak yang cerdas dan berbakat:
Menurut Dr. Howard Gardner ada 9 Jenis Kecerdasan, peneliti dari Harvard, pencetus teori Multiple Intelligence mengajukan 8 jenis kecerdasan, namun ada 1 jenis kecerdasan yang ditambahkan yang meliputi:
Cerdas Bahasa – cerdas dalam mengolah kata
Cerdas Gambar – memiliki imajinasi tinggi
Cerdas Musik – cerdas musik, peka terhadap suara dan irama
Cerdas Tubuh – trampil dalam mengolah tubuh dan gerak
Cerdas Matematika dan Logika – cerdas dalam sains dan berhitung
Cerdas Sosial – kemampuan tinggi dalam membaca pikiran dan perasaan orang lain
Cerdas Diri – menyadari kekuatan dan kelemahan diri
Cerdas Alam – peka terhadap alam sekitar
Cerdas Spiritual – menyadari makna eksistensi diri dalam hubungannya dengan pencipta alam semesta, ciri-ciri anak yang mempunyai EQ tinggi:
1. Responsibility: Mempunyai rasa tanggung jawab
2. Self Motivation: Mampu menggali motivasi untuk maju
3. Self Regulation: Mampu mengontrol keseimbangan diri (emosi)
4. People Skill: Kemampuan bekerjasama dengan orang lain

1. Kecerdasan Linguistik/ Bahasa
Kecerdasan bahasa adalah kemampuan untuk menggunakan system bahasa manusia untuk berkomunikasi. Kecerdasan ini meliputi kemampuan mendengarkan, bercakap dan menulis untuk berbagai tujuan seperti memberi informasi, mengungkapkan pendapat atau argument serta meyakinkan orang lain.
Ciri-ciri anak yang memiliki kecerdasan bahasa yang baik: melakukan kontak mata atau menaruh minat pada orang yang berbicara dengannya di usia 3(tiga) bulan mengucapkan kata “ma..” pa..” atau num..” pada usia relative dini, mampu mengikuti perintah sederhana pada usia 6 bulan, semisal; “Ayo tunjukan mana hidungmu pada mama..”.

2. Kecerdasan Logis – Matematis
Kecerdasan logis – matematis adalah kecerdasan yang berkaitan dengan kemampuan mengolah hal-hal yang bersifat matematis dan ilmiah. Kecerdasan ini mempunyai komponen yang khas, yakni kepekaan dan kemampuan untuk membedakan satu pola logika atau angka dan kemampuan menangani rangkaian penilaian yang penjang.
Ciri-ciri anak mempunyai kecerdasan logis-matematis yang baik: si anak senang pada hal-hal yang berkaitan dengan proses penjumlahan. Ditunjukan dengan aktivitasnya yang sering menghitung mainan-mainannya, senang bermain dengan penalaran sederhana seperti catur, ular tangga, ludo dan lain-lain.

3. Kecerdasan Spasial
Kecerdasan spasial adalah kecerdasan yang berhubungan dengan penglihatan dan bidang ruang. Daya imajinasi dan visualisasi merupakan bagian penting dari kecerdasan spasial, anak-anak yang cerdas spasial akan memiliki kemampuan untuk menciptakan imajinasi bentuk dalam pikirannya dan kemampuan untuk menciptakan bentuk-bentuk tiga dimensi.
Ciri-ciri anak yang memiliki kecerdasan spasial yang baik: sangat senang bermain dengan bentuk dan ruang seperti Puzzle dan balok. Hafal sekali jalan-jalan yang pernah dilewati atau hafal perjalanan ke mall, kesekolah dan sebagainya.

4. Kecerdasan Kinestetik-Jasmani
Sering diistilahkan dengan Body Smart. Kecerdasan kinestetik-jasmani adalah kecerdasan seluruh tubuh yang dimiliki manusia untuk menyatakan perasaan, mengembangkan ide bahkan menyelesaikan masalah.
Ciri-ciri terlihat tak bisa diam, selalu ingin melakukan sesuatu, bergerak aktif ketika duduk. Hal ini dapat dilihat sejak bayi. Senang kegiatan fisik seperti melompat-lompat, olahraga atau permainan fisik. Anak merasa perlu menyentuh object yang sedang di pelajari, terampil mengerjakan kerajinan tangan seperti menjahit, membuat bentuk-bentuk lilin dari mainan dan sebagainya.

5. Kecerdasan Musikal
Kecerdasan musical melibatkan kemampuan menyanyikan sebuah lagu, menginat melody musik, memiliki kepekaan akan irama, atau sekedar menikamti musik. Intinya seseorang memiliki kecerdasan musik mempunyai kemampuan untuk mengolah atau memanfaatkan sesuatu yang berkaitan dengan irama, nada dan suara termasuk suara-suara yang bersumber dari alam
Ciri-ciri: memiliki kepekaan terhadap suara, nada dan irama, terlihat menikmati saat bermain musik, sangat menyukai mendengarkan lagu dan musik, suka bersenandung atau bernyanyi, saat bersedih tampak langsung bahagia bila didengarkan lagu atau musik, memiliki suara yang baik, mampu mengingat syair dengan baik.

6. Kecerdasan Interpersonal
Kecerdasan interpersonal adalah kecerdasan antar pribadi atau cerdas sosial, yaitu kemampuan dalam memahami suasana hati, maksud, motivasi, perasaan dan cara berfikir seseorang. Kecerdasan ini sangat erat hubungannya dengan kemampuan seseorang dalam menjalin hubungan dengan orang lain
Ciri-ciri: pada usia 2 atau 3 bulan bisa menyunggingkan senyuman kepada orang lain. Menginjak usia 6 bulan dapat berinteraksi dengan orang lain selain orang tua atau pengasuhnya. Di usia 9 bulan senang berkomunikasi dengan orang- orang terdekatnya. Di usia 1-2 tahun si anak senang berinteraksi dengan orang lain, aktif berkomunikasi dan senang melihat teman baru. Pada usia 3-4 tahun sudah mengenak teman dan senang bermain bersama teman-temannya baik di rumah atau berkunjung kerumah temannya.

7. Kecerdasan Intrapersonal
Kecerdasan intrapersonal adalah kemampuan untuk menganalisa atau memahami diri sendiri dan bertindak berdasarkan pemahaman tersebut. Jadi intinya kecerdasan intrapersonal adalah kemampuan diri sendiri mengetahui siapa diri kita sebenarnya.
Ciri-ciri: anak tumbuh sebagai sosok yang sangat mandiri. Mempunyai sikap sehingga tidak mudah terpengaruh atas rayuan atau ajakan. Bersikap realistis dan bukan seorang pemimpin. Dia memiliki control diri dan disiplin diri yang tinggi dan bisa belajar dari kesalahan atau keberhasilan yang dilakukannya.

8. Kecerdasan Naturalis
Kecerdasan naturalis adalah kemampuan untuk mngenali, menginat, mengkategorikan, menganalisis atau menguasai pengetahuan mengenai lingkungan alam. Anak-anak cerdas Naturalis akan mampu beradaptasi dan mengeksplorasi lingkungan alam dimanapun di tinggal.
Ciri-ciri: sangat tertarik dengan berbagai kegiatan yang dilakukan diluar rumah. Senang bermain di taman, kebun, serta akrab dengan berbagai binatang peliharaan seperti kucing, kelinci, dan sebagainya. Menyukai aktifitas berkemah, Hiking, memancing, dan kegiatan lain yang berhubungan dengan alam dan juga senang mengoleksi berbagai benda dari alam seperti batu-batuan dan lainnya. http://belva.wordpress.com/2006/07/25/mendidik-anak-cerdas-dan-berbakat/

3. Cara menangani anak cerdas dan berbakat dalam kelas agar tetap menjadi anak cerdas

Karena mendapatkan pelayanan khusus merupakan hak mereka, maka semua sekolah wajib melakukan perbaikan dan pembenahan dalam menangani anak cerdas istimewa. Memang ada beberapa sekolah yang melaksanakan program akselerasi sebagai salah satu bentuk layanan pendidikan bagi anak cerdas istimewa, namun keberadaan mereka yang mungkin ada di setiap populasi (hasil penelitian menyebutkan 2 – 5 % dari jumlah populasi potensial cerdas istimewa) masih belum dapat merasakan pelayanan yang tepat, maka semua sekolah wajib memberikan layanan kepada mereka dengan maksimal.

Beberapa faktor yang harus diperhatikan dalam melakukan pendampingan pendidikan kepada anak cerdas istimewa diantaranya adalah:
Pertama, kurikulum yang dipakai adalah kurikulum nasional dan lokal yang telah dimodifikasi dengan memasukan unsur pengayaan, pendalaman dan pemilihan materi essensi sehingga kurikulum dapat bersifat fleksibel dan mampu merangsang daya kreatif siswa. Kurikulum ini disebut dengan kurikulum berdiferensiasi. Guru dituntut untuk dapat melakukan rekayasan kurikulum secara cerdas sehingga memungkinkan guru dan siswa melakukan improvisasi dalam kegiatan belajar.

Kedua, metode pembelajaran. Karena karakteristik anak cerdas istimewa salah satunya adalah cepat bosan dan senang melakukan proyek sendiri, maka guru dituntut untuk kreatif dan cepat tanggap terhadap tingkat kebutuhan siswa. Siswa cerdas istimewa cenderung mudah bosan dengan materi yang bersifat hapalan dan banyak menulis. Memberikan tugas atau proyek dengan skala besar dan membutuhkan perhatian yang ekstra dan menantang sangat digemari mereka. Misalnya menugaskan siswa untuk mempersiapkan materi tertentu untuk kemudian mereka presentasikan di depan teman-temannya.

Ketiga, evaluasi. Evaluasi siswa cerdas istimewa harus dibedakan dengan siswa lainnya. Untuk mereka guru tidak bisa hanya menggunakan satu jenis tes seperti “pen and paper test”. Guru bisa menguji mereka dari kemampuan presentasi, cerita, pentas drama, proyek, lisan, quiz atau membaca buku dengan bobot nilai diperlakukan dengan ulangan harian. Untuk memberi score pun lebih baik tidak terpaku pada angka 100, namun guru dapat memberikan nilai 120 atau 130 apabiila siswa mampu memberi jawaban lebih dari yang diharapkan. Hal ini akan meningkatkan motivasi mereka untuk meraih nilai optimal. http://re-searchengines.com/imam0608.html

4. Pengertian anak berkelainan

Anak berkelainan disebut juga anak luar biasa, cenderung memiliki penyimpangan sedemikian rupa terutama dalam kelainan kelainan indra, kelainan fisik, kelainan perilaku, kelainan kecerdasan, kelainan komunikasi atau kelainan ganda. Dan setiap kelainan tersebut memiliki karakteristik serta faktor-faktor penyebab yang berbeda.

Murid yang berkelainan adalah anak yang mengalami penyimpangan dari anak rata-rata atau normal baik dalam segi fisik, kecerdasan, indera, komunikasi, perilaku, atau gabungan hal-hal itu, sehingga ia menumbuhkan program dan layanan pendidikan secara khusus guna mengembangkan potensi secara optimal.

5. Jenis-jenis kelainan yang sering dijumpai

Berdasarkan UUSPN (1994 : 2006) tentang jenis-jenis kelainan peserta didik dikemukakan sebagai berikut:
a. Jenis kelainan fisik dan mental serta kelainan perilaku
b. Kelainan fisik meliputi:
1. Tuna Rungu (dapat diartikan suatu keadaan kehilangan pendengaran yang mengakibatkan seseorang tidak dapat menangkap berbagai rangsangan, terutama melalui indra pendengarannya)
2. Tuna Netra (mengalami gangguan penglihatan)
3. Tuna Daksa(gangguan atau kerusakan pada otot, atau sendi dalam fungsinya yang normal)
c. Kelainan mental meliputi:
1. Tuna Grahita Ringan (anak yang memiliki kemampuan intelektual di bawah rata-rata atau idiot)
2. Tuna Grahita Sedang
d. Kelainan perilaku meliputi Tuna Laras (mengalami gangguan/hambatan emosi dan kelainan tingkah laku sehingga kurang dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan, keluarga, sekolah, dan masyarakat)

6. Faktor-faktor penyebab murid berkelainan
Secara umum penyebab anak berkelainan dapat di bagi ke dalam 3 kelompok yaitu:
a. Sebab-sebab sebelum dilahirkan, seperti:
1. Gangguan genetika
2. Infeksi ibu hamil
3. Usia ibu hamil
4. Keracunan saat hamil
5. Pengguguran kandungan
6. Bayi lahir premature

b. Saat dilahirkan
1. Proses kelahiran yang lama
2. Kelahiran dengan alat
3. Kehamilan lama

c. Setelah melahirkan
1. Penyakit infeksi
2. Kekurangan zat makanan tertentu
3. Kecelakaan
4. Keracunan

7. Pengertian anak berprilaku bermasalah
Seorang murid dikategorikan sebagai anak yang bermasalah apabila ia menunjukkan gejala penyimpangan perilaku yang lazim di lakukan oleh anak-anak pada umumnya. Penyimpangan perilaku ada yang sederhana ada juga yang ekstrim. Penyimpangan perilaku yang sederhana, misalnya mengantuk, suka menyendiri, terlambat datang. Sedangkan ekstrim adalah sering membolos, memeras teman, tidak sopan.
Berperilaku bermasalah adalah semua bentuk perilaku baik agresif maupun pasif yang dapat menimbulkan kesulitan peserta peserta didik dalam belajar (sunaryo Kartadinata, 1997 : 124)
8. Bentuk-bentuk dari perilaku bermasalah:

Salah satu kesulitan dalam memahami perilaku bermasalah ialah karena perilaku tersebut sering tampil dalam bentuk perilaku menghindar atau mempertahankan diri (mekanisme pertahanan diri). (Josef Dudi, 2007 : 37)
Bentuk umum dari perilaku mekanisme pertahanan diri ini adalah:
a. Rasionalisasi
Mekanisme ini ditunjukkan dalam bentuk memberikan penjelasan atas perilaku yang ditampilkan oleh individu, penjelasan yang tampak biasanya cukup logis dan rasional, tetapi pada dasarnya apa yang dijelaskan itu bukan merupakan penyebab nyata karena dengan penjelasan tersebut sebenarnya individu bermaksud menyembunyikan latar belakang perilakunya.

b. Sikap bermusuhan
Sikap ini tampak dalam perilaku agresif, menyerang, mengganggu, bersaing, dan mengecam lingkungan.

c. Menghukum diri sendiri
Tampak dalam wujud mencela diri sebagai akibat utama kesalahan dan kegagalan. Perilaku ini terjadi karena individu cemas bahwa orang lain tidak akan menyukai dia sekiranya ia mengkritik orang lain. Orang sepeerti ini kebutuhan untuk diakui dan disukai sangat kuat

d. Represi
Ditunjukkan dalam bentuk menyembunyikan dan menekan penyebab sebenarnya ke laur batas kesadaran. Individu berupaya untuk melupakan hal-hal yang menimbulkan penderitaan hidupnya.

e. Konformitas
Ditunjukkan dalam bentuk menyamakan diri terhadap harapan-harapan orang lain. Dengan memenuhi harapan orang lain, maka dirinya terhindar dari kecemasan. Orang seperti ini memiliki harapan sosial dan ketergantungan yang tinggi

f. Sinis
Perilaku sinis muncul dari ketidakberdayaan individu untuk berbuat atau berbicara dalam kelompok. Ketidakberdayaan ini membuatnya khawatir dari penilaian orang lain terhadap dirinya, dan perilaku sinis merupakan perilaku menghindar dari penilaian orang lain.

9. Cara membantu murid yang mengalami perilaku bermasalah:

Beberapa upaya yang dapat dilakukan oleh guru yaitu:
a. Memanfaatkan pembelajaran kelas sebagai wahana bimbingan kelompok.
b. Memanfaatkan pendekatan-pendekatan kelompok dalam melakukan bimbingan.
c. Mengadakan studi kasus dengan melibatkan para guru dan orang tua peserta didik. Hal ini dilakukan untuk menemukan alternative pemecahan kasus.
d. Menjadikan kesehatan mental sebagai salah satu evaluasi
e. Memasukkan aspek-aspek hubungan insaniah ke dalam kurikulum sebagai bagian terpadu dari bahan ajar yang harus disajikan guru.
f. Menaruh keperdulian khusus terhadap faktor-faktor psikologis yang perlu dipertimbangkan dalam mengembangkan strategi pembelajaran.

10. Pengertian masalah belajar:
Menurut Supratman Zakir, M. Pd., M. Kom Aktifitas belajar bagi setiap individu, tidak selamanya dapat berlangsung secara wajar. Kadang-kadang lancar, kadang-kadang tidak, kadang-kadang dapat cepat menangkap apa yang dipelajari, kadang-kadang terasa amat sulit. Dalam hal semangat terkadang semangatnya tinggi, tetapi terkadang juga sulit mengadakan konsentrasi.
Demikian antara lain kenyataan yang sering kita jumpai pada setiap murid dalam proses belajar mengajar. Setiap individu memang tidak ada yang sama. Perbedaan ini pulalah yang menyebabkan perbedaan tingkah laku belajar murid. Dalam keadaan murid tidak dapat belajar sebagaimana mestinya, itulah yang disebut “kesulitan belajar”
11. Cara guru mengetahui anak yang mengalami masalah belajar:
Beberapa gejala pertanda adanya kesulitan belajar antara lain :
1) Menunjukkan prestasi yang rendah/di Bawah rata-rata yang dicapai oleh kelompok kelas
2) Hasil yang dicapai tidak seimbang dengan usaha yang dilakukan. Ia berusaha dengan keras tetapi nilainya selalu rendah.
3) Lambat melaksanakan tuga-tugas belajar. Ia selalu tertinggal dengan kawan-kawannya dalam segala hal, misalnya dalam mengerjakan soal-soal latihan dsb.
4) Menunjukkan sikap yang kurang wajar seperti acuh tak acuh, berpura-pura dusta, dll.
5) Menunjukkan tingkah laku yang berlainan, misalnya mudah tersinggung, murung, pemarah, bingung, cemberut, kurang gembira, selalu sedih.

12. Faktor penyebab anak mengalami masalah belajar:
Faktor penyebab kesulitan belajar
1) Faktor Intern
2) Faktor Eksternal
Faktor intern, disebabkan oleh dua hal, Pertama sebab yang bersifat fisik, yaitu (1) karena sakit (2) karena kurang sehat (3) karena cacat tubuh. Kedua sebab kesulitan belajar karena rohani, yaitu (1) Intelegensi (2) Bakat (3) Minat (4) Motifasi (5) factor kesehatan mental (6) tipe khusus seorang murid.
Faktor eksternal, disebabkan oleh tiga hal, Pertama Faktor Keluarga, yaitu (1) factor orang tua (2) Suasana rumah/keluarga (3) keadaan ekonomi keluarga. Kedua Faktor Sekolah, yaitu (1) guru (2) factor alat (3) Kondisi gedung (4) kurikulum (5) waktu sekolah dan disiplin kurang. Ketiga Faktor Mass Media dan lingkungan social, yaitu TV, Surat Kabar Majalah, Buku Komik, teman bergaul, lingkungan tetangga, aktivitas dalam masyarakat.
13. Cara membantu mereka yang mengalami masalah belajar:
Secara sistematis, langkah-langkah yang perlu diambil dalam usaha mengatasi anak bermasalah adalah :
1) Memanggil dan menerima anak yang bermasalah dengan penuh kasih sayang
2) Dengan wawancara yang dialogis diusahakan dapat ditemukan sebab-sebab utama yang menimbulkan masalah.
3) Memahami keberadaan anak dengan sedalam-dalamnya
4) Menunjukkan cara penyelasaian masalah yang tepat untuk di renungkan oleh anak kemudian untuk dikerjakannya.
5) Menemukan segi-segi kelebihan anak agar kelebihan itu diaktualisisr guru megatasi kekurangannya.
6) Menanamkan nilai-nilai spritual yang benar.
7) Menggunakan strategi-strategi pembelajaran yang tepat.
8) Menggunakan berbagai alat peraga
9) Menggunakan beragam pendekatan hingga anak mudah mengikuti kegiatan pembelajaran dengan baik.
10) Libatkan peran orang tua untuk langkah follow up.

14. Masalah yang sering dialami oleh murid sekolah dasar yang aku ketahui:

Masalah yang biasa timbul di Sekolah Dasar yaitu:
1. Murid susah menerima pelajaran
2. Pembelajaran di kelas membosankan
3. Murid cepat bosan jikalau teknik pengejaran yang digunakan guru itu-itu saja
4. Suka membuat kegaduhan di dalam kelas ketika guru tidak memperhatikan secara seksama
5. Terjadi pertengkaran di dalam kelas
15. Satu kasus dan cara menanganinya:

Di dalam kelas biasanya murid cepat bosan, ketika murid menjadi bosan biasanya membuat kegaduhan, tidak konsentrasi belajar, tertidur di dalam ruang kelas, dan sebagainya. Jikalau saya seorang guru saya akan melakukan hal-hal berikut:
1. Menggunakan teknik pengajaran yang baru misal: belajar di luar ruangan sesekali, memberi ruang bebas bagi anak.
2. Berusaha memberikan nuansa baru tiap kali memberikan pembelajaran.
3. Menggunakan metode Tanya jawab sehingga anak ikut terlibat dalam kegiatan pembelajaran.
4. Memberi gambar-gambar pada dinding, menjaga kebersihan kelas yang akan membuat anak merasa nyaman belajar di dalam kelas

TUGAS

BIMBINGAN PENGAJARAN di SD

Oleh

Riyadi Yahya
Nim. ADA 108 051

Dosen : Dra. SAPRILIINE
NIP. 19600415 198703 2001

UNIVERSITAS PALANGKARAYA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
PROGRAM STUDI PGSD S-I
2009

Tentang riyadiyahya

a big guy with a big dream have a ministry with teaching in elemantery level, i'm so like smile ^^ b'cos with smile can make me have fun, no
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s